Situs resmi Perkumpulan ISKCON di Indonesia
Bagian Empat: Prinsip-Prinsip dan Petunjuk untuk Melakukan Pendekatan dengan Para Penganut Ketuhanan

Perkumpulan ISKCON di Indonesia

Image
Cover - iskcon.id

Prinsip-prinsip

Prinsip-prinsip berikut akan membantu anggota ISKCON dalam melakukan pendekatan dengan anggota komunitas keyakinan lain. Prinsip-prinsip yang diberikan di sini adalah dalam bentuk yang ringkas dan memerlukan pertimbangan yang lebih cermat.

(1) Rendah hati. Tradisi Gaudiya Vaisnava menegakkan bahwa ini adalah kunci untuk membangun hubungan spiritual.

(2) Sifat Krsna yang tanpa batas. Kebenaran Mutlak itu universal. Tidak ada individu atau organisasi yang memegang hak monopoli atas Tuhan. Tuhan mengungkap tentang Diri-Nya, di mana pun, kapan pun, dengan cara apa pun, dan kepada siapa pun, sesuai kehendak-Nya sendiri.

(3) Kejujuran. Selalu bersikap jujur. Ini adalah landasan tercapainya kepercayaan untuk terjalinnya hubungan yang sukses.

(4) Sikap hormat. Selalu bersikap hormat, bahkan jika kita tidak menerima penghormatan yang sama sebagai balasannya. Sri Caitanya berkata, ‘amanina manadena’: seseorang harus selalu siap untuk menghormati orang lain, tanpa mengharapkan penghormatan bagi dirinya sendiri.

Tidak ada individu atau organisasi yang memegang hak monopoli atas Tuhan.

(5) Toleransi. Ketika kita berinteraksi dengan orang-orang yang menunjukkan sikap tidak hormat atau tidak sensitif terhadap tradisi dan budaya kita, itu terjadi mungkin karena mereka telah berprasangka buruk terhadap kita, maka kita harus toleransi, berikan penjelasan dengan sopan, dan maafkan kesalahpahaman mereka.

(6) Pertimbangan waktu, tempat dan keadaan. Gunakan kebijaksanaan dan akal sehat kita dalam menjalin dan mengembangkan hubungan. Sensitiflah terhadap rekan yang kita ajak berdialog atau terhadap pendengar kita.

(7) Saling pengertian. Siapkan diri untuk mendengarkan orang lain, memahami bahasa penyampaian mereka, asumsi-asumi, budaya dan nilai-nilai yang mereka pegang. Karena itu, jangan menghakimi praktik yang dijalani orang lain dengan membandingkannya dengan idealisme-idealisme kita.

(8) Keinsafan pribadi. Keinsafan spiritual pribadi kita sendiri dalam kesadaran Krsna harus kita kembangkan dengan tulus jika kita ingin menghadirkan gerakan sankirtana ini dengan efektif.10 Dalam menyampaikan sesuatu, berusaha menyampaikannya melalui teladan dan keinsafan pribadi.

(9) Hubungan personal. Tradisi Vaisnava berlandaskan pada jalinan hubungan personal yang tulus. Kita bisa hidup tanpa filosofi, ritual, dan institusi, tetapi kita tidak dapat hidup tanpa hubungan cinta dan pelayanan kita kepada Krsna dan para penyembah Krsna.

(10) Sikap dan perilaku yang baik. Srila Prabhupada menulis, ‘Sikap-perilaku seorang penyembah mencerminkan tujuan sejati prinsip-prinsip keagamaan. (Sri Caitanya-caritamrta, Madhya-lila, 17.195)

Petunjuk-Petunjuk

• Tujuan yang utama adalah membangun hubungan persahabatan yang mengedepankan saling pengertian dan sikap hormat.

• Dengarkan dan hargai penyampaian dari penganut keyakinan lain dengan penuh sikap hormat.

• Beri kesempatan kepada penganut keyakinan lain untuk mengungkapkan secara bebas tentang kepercayaan dan keyakinan yang mereka pegang dengan tulus hati.

• Perkenankan penganut keyakinan lain untuk menjelaskan tentang diri mereka dalam bahasa mereka sendiri dan dalam budaya mereka sendiri tanpa memaksakan definisi-definisi tertentu terhadap mereka, dengan demikian menghindari membanding-bandingkan praktik yang mereka jalani dengan idealisme-idealisme kita.

• Hormati pola makan, pakaian, ritual, dan etika pihak lain.

• Akui bahwa kita semua bisa jadi belum sesuai dengan standarstandar ideal tradisi kita masing-masing.

• Jangan meremehkan atau keliru menggambarkan tentang keyakinan atau praktik keagamaan pihak lain. Jika kita ingin mengerti tentang keyakinan mereka, maka kita dapat bertanya dengan sopan dan rendah hati. Hormati bahwa orang lain berkomitmen dengan keyakinan yang mereka pilih.

• Jujur dan apa adanya perihal maksud-maksud yang ingin kita sampaikan. Ini akan diapresiasi oleh orang yang kita jumpai dan membantu berkembangnya kepercayaan dalam jalinan hubungan tersebut.

• Bersikap sensitif dan sopan terhadap semua orang yang kita jumpai, bahkan jika kita tidak berkesempatan untuk berinteraksi pada tingkat yang lebih dalam.

• Hormati hak orang lain untuk tidak setuju dan hormati keinginan mereka jika mereka ingin untuk tidak diganggu.

• Filosofi dan nilai-nilai yang kita pegang tidak perlu dikompromikan.

• Ketika melakukan dialog dengan penganut agama, kita tidak perlu merasa bahwa kita harus mengubah keyakinan mereka.

• Kita akan menjumpai fundamentalis-fundamentalis dan cendekiawan-cendekiawan ateis. Bersikaplah hormat kepada mereka lalu tinggalkan. Dialog yang tulus perihal topik-topik spiritual kemungkinan besar tidak mungkin dilakukan dengan mereka.

• Jangan takut untuk menjawab pertanyaan dengan jawaban ‘Saya tidak tahu’. Kejujuran lebih baik daripada spekulasi.

Perkenankan penganut keyakinan lain untuk menjelaskan tentang diri mereka dalam bahasa mereka sendiri dan dalam budaya mereka sendiri.

Navigasi buku

Share This:
Logo Perkumpulan ISKCON Indonesia

Ucapkan

Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare

Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Niscaya Anda Bahagia!

iskcon.org | gbc.iskcon.org | news.iskcon.org | communications.iskcon.org


Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) di Indonesia 
Acarya-Pendiri His Divine Grace A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI: AHU-0001067.AH.01.08.2019 | NPWP: 74.572.204.1-903.000
Kementerian Agama RI: 1230/DJ.VI/BA.00/07/2019 | Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat: 413/Parisada P/IV/2016
Members of ISKCON Governing Body Commission (GBC) are listed as Extraordinary Members of the Association