Situs resmi Perkumpulan ISKCON di Indonesia
Lampiran dan Catatan

Perkumpulan ISKCON di Indonesia

Image
Cover - iskcon.id

Tujuan ISKCON

1) Secara sistematis menyebarluaskan pengetahuan spiritual kepada masyarakatluas dan mendidik semua orang dalam suatu cara kehidupan spiritual dalam upaya memperbaiki ketidakseimbangan nilai- nilai kehidupan dan mencapai persatuan yang sejati dan perdamaian di dunia.

2) Memperkenalkan suatu kesadaran Krishna (Tuhan), seperti diungkapkan dalam Pustaka Suci Veda, Bhagavad-gita dan Srimad-Bhagavatam.

3) Membawa anggota lebih dekatsatu sama lain dan lebih dekat kepada Krishna, Entitas Tertinggi, mengembangkan pengertian di antara anggota dan masyarakat dalamarti luas, bahwa tiap-tiap jiwa (roh) merupakan bagian dari bagian kualitas Tuhan Yang Maha Esa (Krishna).

4) Mengajarkan dan mendorong gerakan sankirtana, mengucapkan nama suci Tuhan secara beramai- ramai, seperti diungkapkan dalam ajaran Tuhan Sri Caitanya Mahaprabhu.

5) Membangun untuk para anggota dan masyarakatluas suatu tempat suci kegiatan rohani yang dipersembahkan kepada Personalitas Tuhan Sri Krishna.

6) Membawa para anggota lebih dekat satu sama lain demi mengajarkan pola hidup yang lebih sederhana dan alami.

7) Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka dilakukan kegiatan: memublikasikan dan menyebarkan majalah, buku-buku, dan tulisan-tulisan lain.

Catatan

Sejak diterbitkannya “ISKCON dalam Hubungan dengan Para Penganut Ketuhanan”, Perkumpulan telah menjadikan dialog antar agama, dalam prinsip maupun praktik, sebagai bagian penting di kampus teologi ISKCON di Radhadesh, Belgia.

1. Tujuh tujuan ISKCON, sebagaimana yang dituliskan oleh Srila Prabhupada, disajikan secara lengkap di dalam Lampiran.

2. Sebuah pranama-mantra adalah mantra (atau doa) penghormatan dan pemujian. Telah menjadi tradisi bagi murid-murid dari seorang guru spiritual atau orang suci untuk mengucapkan sebuah pranamamantra yang khusus disusun untuk memuliakan sang guru.

3. Terkait hal ini Srila Prabhupada menulis, ‘Tidak menjadi masalah prinsip keagamaan mana yang seseorang ikuti: satu-satunya peringatannya adalah agar ia mengikutinya dengan taat. Baik ia orang Hindu, Muslim atau Kristen, prinsip-prinsip keagamaannya sendiri haruslah ia ikuti.’ Srimad-Bhagavatam 5.26.15, penjelasan.

4. Bagi para penyembah Vaishnava, cinta kepada Tuhan didefinisikan di dalam Srimad-Bhagavatam 1.2.6: ‘Kesibukan yang tertinggi dan kekal bagi seluruh umat manusia adalah kesibukan yang memungkinkan dia mencapai pelayanan cinta kasih rohani kepada Tuhan. Pelayanan suci tersebut haruslah bebas dari motif-motif dan dilaksanakan secara berkesinambungan agar sepenuhnya memuaskan sang diri.’ Dan Bhaktirasamrta-sindhu 1.1.11: ‘Ketika bhakti kelas utama berkembang, seseorang haruslah bebas dari keinginan material, pengetahuan yang diperoleh melalui filsafat monistik, dan kegiatan berpahala. Sang penyembah harus senantiasa melayani Krsna dengan cara yang menyenangkan hati Krsna, sesuai dengan keinginan Krsna.’

5. Surat Srila Prabhupada kepada Rupanuga Dasa, 3 Juni 1968.

6. Untuk dapat memahami tentang perkembangan agama, baik secara individu maupun secara kolektif, kita dapat mempelajari filsafat Vaishnava dalam kaitan dengan paradigma karma, jñana dan bhakti. Dasar-dasar cara pandang tersebut disajikan dengan sangat baik oleh Ravindra Svarapa Dasa, dalam artikelnya yang berjudul ‘Agama dan Agama-Agama,’ Jurnal Komunikasi ISKCON, Vol. 1, 1993.

7. Surat Srila Prabhupada kepada Krsna Dasa, 23 Juni 1970.

8. Untuk menggambarkan poin ini, Srila Prabhupada mengamati bahwa, ‘Tidak ada perbedaan antara seorang penganut Kristen yang murni dengan seorang penyembah Krsna yang tulus.’ Perbincangan di dalam ruangan, Bombay, 5 April 1977.

9. Di dalam Srimad-Bhagavatam 7.5.23–4, sembilan proses tersebut disebutkan sebagai berikut: (1) mendengarkan dan (2) mengucapkan nama suci, bentuk, sifat, kelengkapan dan kegiatan rohani Sri Visnu, (3) mengingat hal-hal tersebut, (4) melayani kaki-padma Tuhan, (5) mempersembahkan pemujaan penuh hormat kepada Tuhan dengan enam belas jenis perlengkapan, (6) memanjatkan doa-doa kepada Tuhan, (7) menjadi pelayan-Nya, (8) menjadikan Tuhan sebagai kawan terbaik, dan (9) berserah segalanya kepada Tuhan (dengan kata lain, melayani Tuhan dengan badan, pikiran dan kata-kata).

10. Srila Prabhupada menjelaskan apa yang dimaksud dengan keinsafan. ‘Keinsafan pribadi bukan berarti bahwa seseorang berusaha memamerkan pengetahuannya dengan dilatari oleh sikap menyombongkan diri, berusaha melampaui acarya terdahulu. Ia harus memiliki keyakinan penuh terhadap para acarya dan pada saat yang sama ia harus menginsafi topik tersebut dengan sangat baik sehingga dia dapat menyajikannya dengan cara yang cocok untuk keadaan tertentu.’ Srimad-Bhagavatam1.4.1 penjelasan. Srila Prabhupada telah memberikan pula pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pengajar dalam rangka menyampaikan ajaran beliau. “Harus dimengerti bahwa Tuhan adalah Sang Penikmat Tertinggi, bahwa Dia adalah pemilik segala sesuatu, dan bahwa Dia adalah kawan terbaik setiap insan.’ Srimad-Bhagavatam 7.6.24 penjelasan.

 

---

“ISKCON dalam Hubungan dengan Para Penganut Ketuhanan” disusun oleh Komisi Dialog Antar Agama ISKCON dan disahkan oleh Komite Eksekutif GBC ISKCON.

Proses penyusunan meliputi konsultasi mendalam dengan banyak Vaisnava terhormat, cendekiawan terkemuka, dan perwakilan agama.

Proses ini diketuai oleh Saunaka Rsi Dasa, Ketua Komisi Dialog Antar Agama ISKCON, dan beberapa yang termasuk di dalamnya adalah, Prof. Frank Clooney, Prof. Kenneth Cracknell, Hrdayananda Dasa Goswami, Mukunda Goswami, Tamala Krsna Goswami, Prof. Klaus Klostermaier, Dr. Julius Lipner, Prof. John Saliba, Prof. Larry Shinn dan Ravindra Svarupa Dasa.

Segala korespondensi dapat dikirimkan kepada: Komisi Dialog Antar Agama ISKCON 63 Divinity Rd Oxford OX4 1LH United Kingdom ICRC@pamho.net ATAU ISKCON Communications Indonesia komunikasi@iskcon.id

“ISKCON dalam Hubungan dengan Para Penganut Ketuhanan” dipublikasikan oleh dan hak cipta dipegang oleh ISKCON Communications, 2004.

Navigasi buku

Share This:
Logo Perkumpulan ISKCON Indonesia

Ucapkan

Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare

Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Niscaya Anda Bahagia!

iskcon.org | gbc.iskcon.org | news.iskcon.org | communications.iskcon.org


Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) di Indonesia 
Acarya-Pendiri His Divine Grace A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI: AHU-0001067.AH.01.08.2019 | NPWP: 74.572.204.1-903.000
Kementerian Agama RI: 1230/DJ.VI/BA.00/07/2019 | Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat: 413/Parisada P/IV/2016
Members of ISKCON Governing Body Commission (GBC) are listed as Extraordinary Members of the Association