Situs resmi Perkumpulan ISKCON di Indonesia
Kitab Suci Weda

Perkumpulan ISKCON di Indonesia

Image
Bhaktivedanta Book Trust

Weda adalah literatur berbahasa Sanskerta. Sanskerta adalah bahasa yang tertua dan terlengkap di dunia. Weda berarti "pengetahuan" dan karena itu Weda meliputi beranekaragam topik, baik spiritual maupun material.

Kitab suci agama Hindu dibagi ke dalam dua kategori utama: 

  1. Shruti: hal-hal yang telah didengar 
    Shruti adalah kitab-kitab utama, terdiri dari wahyu dan kebenaran yang tak terbantahkan dan dipandang bersifat kekal. Terutama merujuk kepada Weda itu sendiri. 
  2. Smriti: hal-hal yang telah diingat 
    Smriti bersifat sebagai tambahan dan dapat berubah seiring waktu. Keabsahan smriti terbatas sampai sejauh mana ia sesuai dengan prinsip-prinsip dasar shruti.

Shruti

  • Rig-Veda: Adalah yang paling penting dan merupakan yang tertua menurut para sarjana. Rig-Veda dibagi ke dalam sepuluh kitab (disebut mandala) dan berisi 1028 doa yang ditujukan kepada berbagai kepribadian. Termasuk di dalamnya Indra, Agni, Vishnu, Rudra, Varuna, dan "dewa-dewa tradisi Veda" awal lainnya. Rig-Veda juga mengandung Gayatri mantra yang terkenal itu dan doa yang disebut dengan Purusha Shukta (kisah mengenai Manusia Mula-mula). 
  • Yajur-Veda: sebuah buku panduan bagi para pendeta untuk digunakan dalam pelaksanaan berbagai yajna (korban suci). Yajur-Veda dibagi menjadi dua bagian, yang lebih awal adalah "hitam" dan yang lebih baru disebut "putih." 
  • Sama-Veda: Berisi pujian-pujian dan lagu-lagu untuk dinyanyikan saat pemujaan dan pelaksanaan yajna. 
  • Atharva-Veda: Berisi syair-syair dan mantra-mantra yang lebih banyak di luar ruang lingkup yajna. 
  • Upanishad: berarti "duduk dekat," Upanishad menyinggung tentang petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh seorang guru kepada muridnya (secara tradisional murid duduk di dekat kaki guru). Upanishad adalah kitab-kitab bersifat filosofis yang menguraikan sejumlah konsep kunci di dalam Hinduisme, termasuk di dalamnya adalah mengenai pengertian tentang sang roh, reinkarnasi, karma, Brahman dan pembebasan. Upanishad kadangkala dipandang sebagai awal dari ajaran spiritual yang bersifat langsung di dalam Veda. Secara tradisi, Upanishad berjumlah 108, walau masih ada banyak lagi yang lain, terutama yang muncul belakangan. Di antara 108 Upanishad, 13 Upanishad dianggap sebagai yang paling penting. 
  • Vedanta Sutra: (juga disebut Brahma Sutra) adalah upaya yang dilakukan oleh Rsi Vyasa (Badarayana) untuk mensistematiskan ajaran-ajaran Upanishad. Total terdapat 550 aphorisma yang dibagi ke dalam empat bab. Banyak penulis memberikan ulasan panjang-lebar terhadap Vedanta Sutra, sehingga memunculkan berbagai perguruan Vedanta yang seringkali saling bertentangan satu sama lain. Ulasan-ulasan penting dipandang sebagai smriti meliputi Shariraka Bhasya oleh Shankara, Shri Bhasya oleh Ramanuja, Shrikara Bhasya Shripati, dan Govinda Bhasya oleh Baladeva. 

Pada Kali-Yuga orang-orang kurang berkecenderungan terhadap filsafat, sehingga Upanishad-Upanishad dan Vedanta Sutra dipandang sulit dimengerti tanpa bantuan dari kesusastraan tambahan, yaitu smriti. 

Smriti 

  • Mahabharata: Sejarah tentang kebesaran Bharata Varsha (wilayah yang kini disebut sebagai India), aslinya disusun oleh Rsi Vyasa. Diturunkan selama lebih dari ribuan tahun, kehadirannya saat ini yang terdiri atas 110.000 sloka menjadikan Mahabharata sebagai karya puisi terpanjang di dunia. Plot cerita Mahabharata sangat menarik, dengan banyak lika-liku dan terjalin dengan sub-sub plot cerita yang rumit. Yang menjadi pusat perhatian adalah ketegangan politik antara para Pandava dan Kaurava, dan memuncak pada perang saudara di Kurukshetra. Mahabharata berisi pula uraian kisah-kisah sejarah lainnya dan sejumlah percakapan filosofis. Kisah Mahabharata khususnya menyoroti banyak seluk-beluk dharma, terutama yang diperuntukkan bagi golongan ksatria dan pendeta. 
  • Bhagavad-gita: "Nyanyian Tuhan," adalah kitab suci Hindu yang paling dikenal luas di dunia. Bhagavad-gita membentuk dua bab Mahabharata, dan merupakan sebuah risalah spiritual yang disabdakan oleh Krishna kepada Arjuna saat mereka duduk di atas kereta di antara dua tentara yang siap berperang. 
  • Ramayana: "Petualangan Sri Rama," adalah sebuah epos berbahasa Sanskerta yang disusun oleh resi-pujangga Valmiki. Umat Hindu menganggap Rama adalah sosok sejarah dan avatara Vishnu. Beberapa orang beranggapan bahwa Rama muncul pada Treta-Yuga, sedangkan yang lain menganggap bahwa Dia muncul jauh lebih belakangan. 
  • Purana: berarti "sangat tua" atau "purba," dan kitab-kitab purana itu sendiri menyatakan diri lebih purba daripada Veda. Terdapat banyak kitab Purana tetapi ada delapan belas yang dianggap utama atau maha (besar). Delapan belas Purana tersebut terbagi ke dalam tiga kelompok yang masing-masing terdiri atas tiga kitab. Tiap kelompok berhubungan dengan salah satu trimurti Vishnu, Brahma dan Shiva. 
  • Dharma Shastra: termasuk di dalamnya adalah hukum-hukum dalam Hinduisme, baik sekular maupun religius. Dharma Shastra ini berhubungan dengan tiga subjek utama: aturan-aturan perilaku, hukum sipil dan kriminal, dan hukuman serta penebusan. Yang terpenting dalam Dharma Shastra adalah Manu Smriti (atau Manu Samhita), yang ditulis oleh Manu, dewa pengatur ("penguasa manusia") dan pribadi pertama pencipta hukum-hukum.
Share This:
Logo Perkumpulan ISKCON Indonesia

Ucapkan

Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare

Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Niscaya Anda Bahagia!

iskcon.org | gbc.iskcon.org | news.iskcon.org | communications.iskcon.org


Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) di Indonesia 
Acarya-Pendiri His Divine Grace A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI: AHU-0001067.AH.01.08.2019 | NPWP: 74.572.204.1-903.000
Kementerian Agama RI: 1230/DJ.VI/BA.00/07/2019 | Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat: 413/Parisada P/IV/2016
Members of ISKCON Governing Body Commission (GBC) are listed as Extraordinary Members of the Association